jnews dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/banx3725/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131jnews dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/banx3725/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
BANYUMAS UPDATE.COM – Beberapa pekan terakhir ini sering turun hujan cukup deras mengguyur dan kadang disertai angin kencang menerjang disebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara khususnya Desa Merden, seperti yang terjadi pada hari Ahad (09/03/2025).
Hujan deras disertai angin kencang menerjang tenda Pasar Ramadhan yang berada di kompleks Simpang Empat/ Tugu Merden, mengakibatkan atap seng di pasar tersebut terbang berjatuhan dan beberapa orang yang berjualan ditempat tersebut terpaksa harus menunggu sampai diperbaiki oleh panitia pelaksana pasar ramadhan.
Rupanya hujan deras dan angin kencang tidak hanya mengakibatkan atap seng di pasar ramadhan terbang berjatuhan tapi juga tiang antena, pohon buah klengkeng, rambutan dan pisang milik salah satu warga Merden tengah roboh, ada yang somplak, dan meskipun demikian alhamdulillah tidak ada korban jiwa.
Kejadian tersebut diatas disikapi dengan ceoat oleh panitia pelaksana pasar ramadhan dengan langsung memperbaikinya dan nampak beberapa orang pekerja tengah memperbaiki dengan memasang seng sebagai atap tenda pasar ramadhan meski dibawah rintik-rintik hujan.
Pasar ramadhan di desa merden yang diadakan secara rutin tiap awal puasa ini memang agak berbeda dibanding ditempat yang lain karena tidak hanya tempat yang strategis berada di kompleks persimpangan jalan sehingga menarik perhatian banyak warga sekitar untuk membeli takjil, makanan atau minuman juga warga desa lain yang ingin huanting takjil atau sekedar jalan-jalan sambil menunggu waktu berbuka.
Semoga kegiatan rutin pasar ramadhan di desa Merden yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun ini dipenuhi berbagai makanan berupa aneka jajanan, minuman, sayur serta lauk-pauk berjalan aman, lancar, dan orang yang berjualan diberi kemudahan rezekinya. Aamiin.***
Siti Bariroh
]]>

BANYUMAS UPDATE.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Merden menyelenggarakan Pengajian Jelang Ramdhan(PAJERO) yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 Pebruari 2025, pukul 07.30 hingga menjelang waktu sholat dzuhur yang bertempat di halaman Pondok Pesantren Muhammadiyah Daarul Falaah 2 Desa Merden kecamatan Purwanegara kabupaten Banjarnegara.
Pengajian Jelang Ramadhan yang menghadirkan penceramah Dzulfikar Ahmad Tawalla yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus juga Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia juga dihadiri oleh tamu undangan seperti Wakil Bupati Banjarnegara yang baru saja dilantik yaitu Wakhid Jumali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa tengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara, TNI, POLRI dan Tokoh masyarakat.
Pimpinan Cabang Muhammdiyah Merden sebagai tuan rumah juga tampak hadir sekaligus menyambut tamu undangan antara lain Darsum Adhitya, Sholeh Santoso, Jumadi, Darsan, Farhan, juga Aisyiyah, Nasyiyatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Ranting, siswa beserta guru SD-MI-MTs, serta jamaah dari ranting Merden, Karanganyar, Kaliajir, Pucungbedug, Petir, Mertasari, Purwonegoro, Kalipelus, Gumiwang, Parakan, Danaraja, Kalitengah dan dari kecamatan sekitar.
Adapun tujuan dari dilaksanakannya pengajian jelang ramadhan ini adalah untuk mempersiapkan diri dengan hati gembira menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1446 Hijriah, mempererat persaudaraan/ tali silaturahmi serta meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
Suasana pengajian sungguh luar biasa dengan antusiasme warga yang hadir lebih dari dua ribu jamaah dengan berjalan lancar dan sukses, dan tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya acara pengajian jelang ramadhan ini, dengan harapan semoga kedepan kegiatan pengajian, pembangunan pondok pesantren Daarul Falaah 2 serta Poliklinik PKU Muhammadiyah Merden berjalan lancar,” ungkap Farhan, selaku Ketua Panitia PAJERO disela-sela kesibukannya.***

Siti Bariroh
]]>

BANYUMAS UPDATE.COM – Alhamdulillah, Azzam Murtadho seorang remaja belasan tahun warga Desa Merden RT 02 RW 01 Purwanegara Kabupaten Banjarnegara yang hampir satu minggu sempat dilaporkan Polisi karena menghilang dengan meninggalkan rumah tanpa pamit akhirnya ditemukan di Kota Blitar, Jawa Timur.
Informasi ditemukannya Azzam yang sempat menghilang dengan meningggalkan rumah tanpa pamit dan menjadi pencarian selama ini diperoleh Banyumas Update dari salah seorang kerabat dekat Ibu Sulaesah yang merupakan ibunda dari Azzam.
Dia mengatakan bahwa setelah pergi meninggalkan rumah, kemarin sore Rabu(6/11/23) sekitar pukul 16.30 WIB. Azzam sempat menghubungi Ibu Catur sahabat dari ibunya bahwa dia ingin bicara dengan ibu setelah ditemukan seseorang di kota Blitar dan kebetulan saat itu ibu dan ayahnya tengah berada di Susukan.
Kondisi yang mendesak, Ibu Catur dan beberapa kerabat langsung menyusuli ke Susukan untuk menemui kedua orangtua Azzam karena anaknya ingin segera bicara dengan ibu dan ayahnya yang saat itu masih bersama seseorang yang menemukannya.
Kronologi kejadian sebelumnya bahwa pada hari Rabu(1/11/23), diperkirakan sekitar pukul 23.00 WIB, Azzam seorang remaja berkulit putih yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK HKTI 1 Purwareja Klampok jurusan PJKT ini meninggalkan rumah dengan berjalan kaki tanpa pamit saat ibu dan adiknya sudah terlelap tidur.
Hal ini baru diketahui sekitar pukul 01.00 oleh pakde Natan yang biasa mengontrol keponakannya saat membuka pintu kamar telah kosong, dan pagi hari menjelang subuh beberapa warga Merden sempat memberi informasi bahwa semalam sekitar pukul 23.30 seperti berpapasan dengan Azzam di sekitar pertigaan ke arah dukuh Mbalong.
Rupanya sebelum pergi, dia sempat meninggalkan pesan dibukunya yang diletakkan di atas tempat tidur yaitu berupa permintaan maaf dan ucapan terima kasih yang ditujukkan ke ibu dan adik perempuanya.
Sebelum anaknya pergi, ibunya melihat sikapnya dari pagi sampai ba’da maghrib masih seperti biasa tapi selepas isya sempat merasakan agak ganjil terhadap penampilan anaknya karena tidak seperti biasa yaitu penampilannya rapi seperti mau jalan atau keluar rumah.
Ibunya sempat mengomentari penampilan anaknya saat disuruh mengantarkan belanjaan pesanan tetangganya karena biasanya hanya memakai celana pendek tapi dia memakai pakaian rapi dan maskeran juga yang dijawab katanya karena pengin saja.
Kejadian tersebut Sulaesah memberitahu Nurwoko suaminya yang asli Blitar dan tengah bekerja di negeri jiran Malaysia langsung pulang ke Merden, dan sebelumnya sudah melaporkan ke Kadus Bowo dan Polsek Purwanegara, selanjutnya pencarianpun berkali-kali dilakukan oleh keluarga, kerabat, sahabat, tetangga dan lainnya.
Menurut informasi dari ibunya yang saya temui kemarin siang bahwa anaknya pergi hanya dengan membawa tas slempang, HP, charger dan uang sekitar 500 rb yang merupakan uang jatah bulanan kebutuhan sekolah.
Putra pertama dari pasangan Nurwoko dan Sulaesah yang tinggal di Desa Merden RT 02 RW 01 ini adalah kelahiran 6 November 2006 yang sejak kecil tergolong yang anak rajin tapi agak pendiam, jarang main/ keluar rumah dan lebih banyak di rumah untuk belajar, sesekali membantu ibunya untuk jaga toko.
Setelah dipastikan bahwa remaja yang ditemukan di kota Blitar adalah Azzam anaknya, tadi malam Sulaesah beserta suami dengan ditemani kerabat berangkat ke Blitar untuk menemui anak yang sangat disayanginya, semoga semuanya dimudahkan oleh Alloh dan berkumpul kembali dengan keluarga.***
Siti Bariroh
]]>

BANYUMAS UPDATE.COM – Kemarau panjang yang terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air mengakibatkan kekeringan sehingga sumber-sumber air pun kering, surut, sampai krisis air bersih yang membuat sebagian warga terpaksa mencari sumber air di pinggir sungai.
Warga yang merasakan dampak dari kemarau panjang sehingga kekurangan air bersih dan mencari sumber air di pinggir sungai yaitu membuat cerukan dengan menggali, mengangkat kerikil dan pasir lalu akan muncul genangan air.
Genangan air di cerukan dari hasil penggalian di pinggir kali tersebut biasanya ada yang jernih, berbusa tapi ada juga yang keruh, wajarlah karena dekat aliran sungai sehingga mudah tercemar limbah, sampah maupun kotoran hewan dan manusia.
Melihat kondisi warga yang membutuhkan air bersih tentu membangkitkan rasa kepedulian tidak hanya pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan tapi juga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) khususnya Cabang Purwanegara.
Beberapa hari yang lalu PGRI Daerah Banjarnegara, Cabang Purwanegara maupun ranting memberikan bantuan dropping air bersih ke desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, yaitu dimulai pada hari Kamis, 14 September 2023, dropping ke warga desa Kaliajir dan Petir.
Kedua pada hari Jum’at, 15 September 2023, dropping 1 tangki air bersih ke warga Desa Karanganyar dengan 2 titik yang tempat kumpul di SDN 02 Karanganyar dropping ke kampung Dukuh dan Kuripan yang dimulai pukul 08.00 hingga selesai.
Tangki 2, titik kumpul di kompleks perempatan Desa Merden, dropping air bersih masih ke warga Desa Karanganyar yaitu menuju Dukuh Kreteg dan Kedung Karang yang berada di jalur selatan dengan wilayah perbukitan dan jaraknya cukup jauh dibanding dukuh lainnya.
Ketiga, pada hari Sabtu 23 September 2023, dengan titik kumpul di SDN 02 Karanganyar, dropping 1 tangki air bersih sebanyak 6000 liter untuk warga dukuh Kuripan dan Dukuh yang merupakan sumbangan dari infak siswa-siswi SDN 02 Karanganyar.
Seperti yang disampaikan oleh Risnandito, selaku guru SDN 02 Karanganyar yang juga Ketua Ranting PGRI Desa Karanganyar bahwa merasa senang dan terharu dengan adanya bantuan tidak hanya dari guru-guru tapi juga dari siswa yang peduli terhadap sesama
Salah warga Desa Karanganyar yang diwakili Pak RT 03 RW 03, menyampaikan banyak terima kasih kepada PGRI Banjarnegara atas bantuan air bersih, semoga bermanfaat dan yang telah memberikan bantuan mendapat pahala yang berlipat dari Alloh SWT.
Demikian pula seorang ibu, istri Sultoni warga dukuh Kreteg Desa Karanganyar menyampaikan terima kasih kepada PGRI Cabang Purwanegara dan BPBD Banjarnegara atas bantuan dropping 1 tangki air bersih tentu sangat bermanfaat bagi warga di kampungnya.
Setiap pelaksanaan dropping air bersih bantuan dari PGR Cabang maupun kabupaten ke ranting, baik ketua maupun pengurus PGRI pasti ikut mengawal jalannya pendistribusian air bersih ke warga yang membutuhkan, seperti nampak pada pelaksanaan di lapangan ada Iwan Indrajaya, Risnandito dan lainnya.

Lebih lanjut Risnandito, yang beberapa kali ikut mengawal jalannya dropping air bersih juga menyampaikan banyak terima kasih kepada PGRI cabang, PGRI kabupaten dan BPBD kabupaten atas kepeduliannya, semoga bantuan yang sudah berjalan dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan.
Siti Bariroh
]]>
BANYUMAS UPDATE.COM – Sudah hampir satu semester ini terjadi kemarau panjang di seluruh wilayah Indonesia yang tidak hanya mengakibatkan kekeringan dimana-mana sehingga sumber mata air jadi kering tapi juga tanaman pun ikut kering kerontang kurang asupan air sebagai penyemangat hidup.
Kekeringan yang terjadi disekitar lingkungan tempat tinggal perlu diwaspadai karena tidak hanya mengakibatkan kekurangan air bersih sebagai kebutuhan dasar yang sangat penting tapi bisa memicu dan berpotensi terjadinya kebakaran lahan atau hutan.
Seperti kebakaran lahan yang baru saja terjadi pada hari ini Rabu(20/9/23) sekitar pukul 10.20 WIB yang tepat berada di pinggir jalan tanjakan “watu celeng” dusun Penisihan RT 07 RW 06 Desa Merden Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara yang menghubungkan antara Desa Merden dan Kalitengah.
Kronologi kejadian menurut press release dari BPBD Banjarnegara bahwa sekitar pukul 10.30 WIB, Turono tengah membersihkan lahan miliknya (daun kering dan rumput) dan dibakar, kemudian api menjalar hingga merembet ke lahan milik Satiman.
Nyala api yang kian membesar membuat kaget beberapa warga yang sempat mengetahui kejadian langsung berinisiatif dengan berusaha memadamkan dengan alat seadanya seperti kayu, bambu, baru sekitar pukul 10.40 WIB salah satu warga meminta tolong ke Agus Riyanto (pelapor) untuk menghubungi Damkar Pos Purwanegara.
Setelah mendapat laporan dari warga, sekitar pukul 10.55 Tim dari Damkar BPBD Pos Purwanegara langsung datang ke lokasi kejadian, selanjutnya petugas Polsek, Koramil, dengan dibantu relawan membantu memadamkan kebakaran yang terjadi kemudian dilakukan pendinginan.

Akibat kebakaran yang menimpa lahan pohon jati dan akasia milik Satim warga dukuh Penisihan Desa Merden dan Turono warga desa Kalitengah ini tentu mengalami kerugian, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kerugian material antara lain 10 pohon jati, 20 pohon akasia, dan 15 pohon karet.
Beberapa unsur yang terlibat dalam membantu pemadaman kebakaran lahan antara lain: Damkar Pos Purwanegara, Koramil Purwanegara, Polsek Purwanegara, Polsek Mandiraja, Redkar Purwanegara, MDMC Wilayah Barat, FPRB Purwanegara, Perangkat Desa Merden dan Warga sekitar.
Semoga saja kejadian kebakaran lahan yang terjadi tadi pagi bukan karena faktor kesengajaan dan warga masyarakat perlu waspada dengan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini tentu rawan terjadinya kebakaran.***
Siti Bariroh
]]>

BANYUMAS UPDATE.COM – Musim kemarau yang cukup panjang melanda wilayah Indonesia selama hampir semester ini sehingga mengakibatkan kekeringan dimana-mana, terasa benar dampaknya khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah.
Seperti yang disampaikan oleh Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto beberapa waktu lalu bahwa pada saat ini di Kabupaten Banjarnegara sudah terdapat 20 lokasi yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang terdiri dari 15 desa, 5 kelurahan dari 9 kecamatan.
Salah satu kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yang mengalami dampak kekeringan akibat kemarau yang melanda selama ini adalah Kecamatan Purwanegara bagian selatan, terutama desa Kalitengah, Kaliajir, Karanganyar, Petir, Parakan dan sebagian Merden.
Kekeringan yang terjadi akibat rendahnya curah hujan di Kabupaten Banjarnegara mengakibatkan air sumur warga lama-kelamaan mengering dan kesulitan memenuhi kebutuhan air, karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan cukup mendasar bagi warga di wilayah ini.
Melihat situasi ini menggugah semangat kepedulian Keluarga besar Muhammadiyah Cabang Merden Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara untuk melakukan aksi peduli dengan menggerakkan potensi yang ada, seperti KLL LazisMu Cabang, Pemuda Muhammadiyah, KOKAM dan AUM.
Menurut Darsum ASy, selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Merden bahwa Aksi Peduli dengan melakukan dropping air bersih pada warga masyarakat di Kecamatan Purwanegara bagian selatan ini dengan sasaran bakti sosial warga di desa Kalitengah, Karanganyar, Kaliajir, Petir dan Parakan.
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Merden, Pemuda Muhammadiyah Merden, KLL LazisMu Merden, AUM dengan petugas yang terlibat adalah Pemuda Muhammadiyah, KOKAM Cabang Merden, Pengurus Cabang dan Ranting Muhammadiyah.
Kegiatan yang membutuhkan dana tidak sedikit ini, alhamdulillah mendapatkan banyak dukungan dari para danotur warga persyarikatan Muhammadiyah maupun dermawan yang tinggal di perantauan melalui KLL LazisMu Merden.
Dengan kegiatan bhakti sosial(Baksos) ini diharapkan Cabang Muhammadiyah Merden melalui elemen yang ada bisa sedikit memberikan solusi atas kekurangan air bersih pada musim kemarau diwilayah Kecamatan Purwanegara yang sedang dilanda krisis air bersih.
Seperti yang disampaikan oleh Nurul Khusaeni, selaku Komandan Kokam Cabang Merden bahwa pelaksanaan pendistribusian air bersih dilakukan beberapa kali oleh relawan dari PCPM Cabang Merden, Kokam Cabang Merden dibawah komandonya.
Dropping air bersih dimulai pada hari Ahad 10 September 2023 ke Desa Karanganyar dengan 3 titik: dukuh Kreteg, Kedung Karang dan Kali Pucung, sebanyak 3000 liter air, lalu Desa Kaliajir dengan 4 titik: Dukuh Kubang. Gamblok, Cledok, dan komplek SDN 1 Kaliajir, sebanyak 4000 liter sehingga total 7000 liter.
Kedua, hari Rabu 13 September 2023 dropping ke Desa Kalitengah dengan 5 titik: Dukuh, Kromong, Sirante, Bengang, sebanyak 5000 liter, lalu Desa Kaliajir dengan 4 titik: Kubang, Sabrang Kidul, Puntuk, Krikil, Kedumg Kiyambut, sebanyak 4000 sehingga total 9000 liter.
Ketiga, pada hari Ahad 17 September 2023 dropping ke Desa Kalitengah dengan 2 titik: Kromong dan Depok; Desa Kaliajir dengan 6 titik: Kubang, Cledok, Gamblok, Klokok, Dukuh lor, Bulukuning tengah, sebanyak 6000 liter; Desa Petir dengan 2 titik di Sembir, sebanyak 2000 liter; Desa Merden dengan 2 titik: komplek MIM 01 dan Kunden selatan kali sapi, total 2000 liter.
Secara keseluruhan dropping air bersih ke warga masyarakat yang membutuhkan hingga hari ini sebanyak 34000 liter, untuk pembagian setiap warga rata-rata menerima manfaat sebanyak 50 hingga 60 liter atau 3 drigen per-warga.
Insya Allah, kedepan masih akan terus berlanjut sampai batas yang tidak ditentukan selagi masih cukup dukungan dana, dan rencana pada hari Rabu, 20 September 2023 akan dropping lagi ke titik-titik di desa yang masih membutuhkan bantuan air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
Bagi para dermawan yang berkenan membantu dengan menyisihkan sebagian rizkinya untuk sesama, bantuan berupa uang bisa diserahkan langsung kepada Lazismu atau transfer ke no rekening: BRI: 6623-01-032671-53-8; BSI: 7232093662 an. LazisMu Merden, dan mohon yang sudah transfer untuk konfirmasi ke No. 081327513449 (LazisMu)

Salam berkemajuan dan semoga menjadi bagian dakwah pencerahan dan menggembirakan ..***
Siti Bariroh
]]>

BANYUMAS UPDATE.COM – Dieng adalah sebuah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah yang wilayahnya berupa pegunungan dengan perbukitan yang sangat luas diketinggian 2.093 mdpl, dimana tahun 2023 ini menjadi tahun fenemonal karena sering turun embun es dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Turunnya embun es di tahun 2023 ini sepertinya agak kurang lazim, karena biasanya embun es turun saat musim kemarau tiba yaitu sekitar bulan Juli hingga september, tapi di awal tahun ini tepatnya hari Senin(13/3/23) embun es sudah mulai turun di Dieng dengan suhu udara yang mencapai minus 5 derajat celcius.
Berdasarkan keterangan dari BMKG, suhu udara dingin memang menjadi proses alam yang normal terjadi pada puncak musim kemarau (Juli hingga September), dan biasanya pada siang hari cuaca cerah, malam harinya udara sangat dingin, dan langit cerah penuh bintang.
Kemunculan embun es di Dieng atau sering disebut oleh warga sekitar sebagai ‘embun upas’ ini adalah kali pertama di tahun 2023 dan tentu saja mempunyai daya tarik tersendiri terutama wisatawan yang sudah lama merasa penasaran dan ingin melihat fenomena langka yang tidak ada di daerahnya.
Fenomena embun es turun di Dieng sebenarnya sudah cukup lama yang menurut beberapa warga Dieng karena saat itu masih jarang terjadi sehingga hanya yang tidak sengaja sempat menyaksikan embun es turun di pagi hari dan itu hanya menjadi informasi dari mulut ke mulut.
Berikut ini adalah rangkuman kejadian turun embun es di Dieng dari tahun ke tahun yang dirangkum dari berbagai sumber yaitu tahun 2017 turun embu es pada 1 Agustus, 1 dan 2 September, 2018 turun embun es pada 6, 7, 26, 27, 28 Juli, 2019 turun embun es pada 17, 19 Juni, 2020 turun embun es pada 24, 25, 26 juli,
2021 turun embun es pada 10 Mei dan 7 Juli, 2022 turun embun es pada 4 Januari, 30 Juni, 25 Juli, 26 Juli, sedangkan tahun 2023 menjadi fenomenal karena pada tahun ini paling sering turun embun es khususnya di kompleks Taman Candi Arjuna dan Candi Setyaki
Turun embun es di tahun 2023 diawali tanggal 13 Maret 2023 dengan suhu minus 2 derajad celcius, kemudian hari Kamis 20 Juli dengan suhu minus 2, Rabu 26, 27, 28, 29, 30, 31 Juli dengan suhu minus 3,5 – 5 derarajat celcius.
Di bulan Agustus juga turun enbun es pada hari senin 14 Agustus dengan suhu minus 2 derajat celcius mulai pukul 05.30 – 07.00, berikutnya 20 Agustus dengan suhu 0 derajat celcius, meski tidak sampai minus tapi embun tetap membeku.
Sampailah pada peristiwa turunnya embun es yang ke-30 pada hari Ahad 27 Agustus, selanjutnya berturut-turut tanggal 28, 29, 30, 31 Agustus, 1 dan 2 september 2023. Menurut Aryadi Darwanto yang merupakan pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara bahwa tanggal turunnya embun es pada 1 September adalah yang ke-36 selama tahun 2023, dikutip dari akun Instagram @Aryadi darwanto.
Sahabat diseluruh penjuru Indonesia, bagi yang masih penasaran turunnya embun es di Dieng, jangan lupa akhir pekan jalan-jalan ke Dieng, hunting esss, siapa tahu embun es masih turun sampai akhir September ini. Tapi menurut salah satu warga Dieng, Etik Rahayu yang sempat dihubungi tadi siang bahwa beberapa hari ini cuaca disana sering mendung sepertinya tanda-tanda hujan mulai akan segera turun khususnya di pegunungan Dieng.

Di pegunungan Dieng udaranya dingin, curah hujan cukup tinggi dan sering berkabut sehingga apabila berkunjung kesana, sebaiknya bawa perlengkapan seperti jaket, jas hujan, atau payung juga bekal. Selamat datang dan nikmati pesona alamnya yang indah di obyek wisata pegunungan Dieng Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.***
Siti Bariroh
]]>

BANYUMAS UPDATE.COM – Hampir setiap selesai panen, sebagian masyarakat Desa Merden Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara masih ada yang merayakan “Selamatan Bumi “karena hal ini masih menjadi bagian penting masyarakat khususnya di kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Perayaan Selamatan Bumi di Desa Merden ini tidak hanya dirayakan masyarakat dusun Kunden RT 02 RW 11 RW 06 saja tapi juga sebagian Dusun Penisihan yang wilayahnya pegunungan dan ini merupakan salah satu tradisi yang menjadi bagian penting bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Banjarnegara.
Tradisi yang dilakukan pada hari Selasa(8/8/2023) oleh masyarakat Dukuh Kunden, dan Penisihan ini dilakukan dengan menyiapkan makanan berupa nasi rames dengan berbagai sayuran dan lauk-pauk yang dimasukan wadah berupa tenong, tampah, baskom dan lain sebagainya yang kemudian dibawa ke pinggir jalan dusun setempat.

Lalu lintas jalan yang cukup ramai sehingga agak merepotkan, namun tidak menyurutkan langkah warga mengikuti acara slametan bumi yang merupakan kebiasaan leluhur dengan membawa makanan yang dipersiapkan karena sudah masak dari pagi atau bahkan semalam.
Tujuan menggelar perayaan selamatan bumi ini menurut salah satu warga yaitu Marsem, sebagai bentuk rasa syukur sebagian masyakat di dusun tersebut atas hasil panen yang diperoleh baik berupa padi, singkong, jagung dan lainnya dan diungkapkan dengan membawa makanan bersama yang setelah didoakan kemudian ada yang slaling tukar, dimakan dan sebagian dibawa pulang.
Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT atas segala limpahan rizkiNya juga untuk menjalin tali silaturahmi antar warga di dusun tersebut, karena apabila tidak dilestarikan kebiasaan tersebut pasti akan musnah.***
Siti Bariroh
]]>Secara administratif Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, 266 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten. Dan yang dijadikan contoh sebagai kampung moderasi beragama adalah Desa Merden Kecamatan Purwanegara dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja.

Dari sekian banyak desa yang diusulkan oleh masing-masing kecamatan, yang dipilih adalah desa Merden dan Somawangi, kenapa? Karena kedua desa tersebut penduduknya beragam secara agama, sehingga layak sebagai contoh kampung moderasi beragama.
Acara yang dilaunching secara nasional dan diikuti 150 peserta ini berlangsung pada hari Rabu (26/7/2023) yang dihadiri antara lain tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama kabupaten, Forkompincam kecamatan Purwanegara dan Mandiraja, TNI, POLRI serta tokoh lintas agama dari kedua kecamatan tersebut.
Menurut Ali Mustofa, selaku Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara saat ditemui di sela-sela acara menyampaikan bahwa Launching Kampung Moderasi Beragama ini dalam rangka upaya kementrian agama untuk menggaungkan nilai-nila moderasi beragama ditengah masyarakat.
Adapun tujuannya adalah untuk menguatkan, menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang beragam. Dan kampung yang dilaunching sebagai kampung moderasi beragama bisa menjadi masyarakat yang menggambarkan keharmonisan meskipun multi agama, ras, maupun suku akan terjadi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini dilaunching secara nasional dari Jakarta tapi yang dihadirkan kesempatan kali ini antara lain tokoh lintas agama, forum kerukunan umat beragama kabupaten, forkompincam kecamatan Purwanegara dan Mandiraja, serta tokoh lintas agama dari kedua kecamatan tersebut.
Harapan kedepan bahwa desa Merden dan Somawangi ini menjadi pioner dan bisa ditularkan kedaerah lain agar bisa menjadi sebuah kampung yang moderat.
Lebih lanjut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H. Karsono dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa moderasi beragama adalah amanat dari pemerintah yang dituangkan lewat RPJM tahun2020-2024. Dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, ketentraman, ketertiban dan lain sebagainya, salah satunya bahwa di dalam beragama harus betul-betul melaksanakan dengan cara yang moderat.***

Siti Bariroh
]]>
Sebelum dilaksanakan Musyawarah Daerah, Muhammadiyah Kabupaten Banjarnegara menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) ke-5 tahun 2023 pada hari Senin(01/05) yang bertempat di balai Desa Merden Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Kegiatan yang diselenggarakan untuk periode kepemimpinan Muktamar Muhammadiyah ke-48 ini dimulai pukul 08.00 hingga 15.30, diikuti oleh anggota PDM, Pimpinan Majlis, Pimpinan Ortom, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Banjarnegara.
Pemilihan calon Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara dalam Muspimda ke-5 dengan hasil sebagai berikut: jumlah pemilih ada 124 orang, yang tidak memilih ada 4 orang, dan terpilih 39 nama dari 63 nama.
Terdapat dua nama di akhir nomer 39 dan 40, kemudian disepakati dengan pertimbangan Nomer Baku Muhammadiyah (NBM) yang lebih tua. Hal ini disepakati bersama oleh peserta Muspimda.
Sobri, ketua PDM Kabupaten Banjarnegara saat membuka Musypimda menyampaikan bahwa Musypimda dilaksanakan memenuhi AD/ ART Muhammadiyah yang diadakan untuk mempersiapkan Musyda, dari persiapan agendanya ataupun mempersiapkan Calon Pimpinan periode selanjutnya.
Harapan dari Musypinda yang mengusung tema Memajukan Banjarnegara Mencerahkan Semesta ini agar Musyda yang akan diselenggarakan tanggal 20 – 21 Mei 2023 yang akan datang berjalan sesuai rencana dan lancar. Aamiin.***

Siti Bariroh
]]>