jnews dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/banx3725/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170jnews dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/banx3725/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara kembali melaksanakan proses penilaian rutin tahunan yaitu Penilaian Kinerja kepala Madrasah(PKKM) kepada kepala Madrasah Ibtidaiyah(MI), Madrasah Tsanawiyah(MTs), dan Madrasah Aliyah(MA), baik negeri maupun swasta yang ada dibawah binaannya.
Penilaian Kinerja Kepala Madrasah(PKKM) yang berada dibawah Kementerian Agama Banjarnegara kali ini mencakup empat komponen utama yaitu Mutu Kelulusan, Proses Pembelajaean, Mutu Guru, dan Manajerial dengan tujuan untuk mengevaluasi kinerja kepala madrasahyaitu meningkatkan kompetensi dan mutu pendidikan.
Pada tahun Pelajaran 2025/ 2026ini ada sekitar 269 madrasah yang menungg waktu penilaian kinerja kepala madrasah sesuai jadwal yag telah ditentukan yang terdiri dari 209 Madrasah Ibtidaiyah, 41 Madrasah Tsanawiyah dan 19 Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta dengan penilai dari Kantor Kementerian Agama Banjarnegara, yang salah satunya adalah Ibu Dra Hj. Nurlaela Isnaeni, M.Pd.

Ibu Dra Nurlaela, begitu sapannya yang juga seorang pengawas madrasah di kantor kementerian agama Banjarnegara juga hadir untuk menilai kinerja kepala madrasah di MTs Muhammadiyah Merden yang mendapatkan giliran untuk dinilai sesuai jadwal yang telah ditentukan yaitu pada hari Kamis, tanggal 20 November 2025, bertempat di ruang kelas 7B, dan dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Pelaksanaan penilaian kinerja kepala madrasah ini dimulai dengan acara pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, lima Budaya Kerja, kemudian dilanjutkan sambutan dari kepala madrasah Bapak Sholeh Santosa, S.Pd.I, dengan mengucapkan selamat datang dan memohon arahan dari Ibu pengawas.
Dalam sambutannya, Ibu Nurlaela, seorang pengawas yang hobinya membaca buku, masa mudanya penuh prestasi dan selalu menjadi penyemangat bagi guru-guru madrasah ini menyampaikan bahwa penilaian dimulai dari bulan November – Desember 2025, dan selaku pengawas madrasah yang bertugas untuk menilai kinerja kepala madrasah bertujuan terkait dengan kinerja bapak ibu guru dan kepala madrasah dari tahun ke tahun adalah progres dari sebuah madrasah yang dibinanya.
Selanjutnya proses penilaian kinerja kepala madrasah yang dibagi menjadi empat kelompok penilaian yaitu kelompok penilaian Mutu Lulusan, Proses Pembelajaran, Mutu Guru, dan Manajerial yang masing-masing terdiri dari beberapa pendidik/ tenaga pendidikan.

Untuk meningkatkan kualitas MTs Muhammadiyah Merden, supaya bapak ibu guru untuk meningkatkan kualitas dalam belajar mandiri yang perlu dilakukan, seperti mengikuti kegiatan MGMP. Bintek, IHT, Workshop dan lainnya, semoga kedepan banyak menorehkan prestasi,” pungkas Ibu Nurlaela setelah memberikan pembinaan didepan guru dan karyawan MTs Muhammadiyah Merden.***
Siti Bariroh
]]>
BANYUMAS UPDATE.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia yang ke-78, Dharma Wanita Persatuan(DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan berbagai lomba dan salah satunya adalah Lomba Kreasi Nasi Bungkus khusus untuk ibu-ibu cantik dan solikhah.
Kegiatan lomba kreasi nasi bungkus khusus untuk ibu-ibu cantik dan solikhah yang merupakan program dari DWP Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara ini diikuti 27 peserta dari 20 kecamatan dan satker MAN, MTsN, MIN bergabung se Kabupaten Banjarnegara dengan perwakilan 2 orang dari masing-masing peserta.
Lomba dilaksanakan pada hari Selasa(2/1/24), dimulai pukul 08.30 hingga 13.00 WIB yang bertempat di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara ini, diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Pengurus DWP Kantor Kementerian Agama Banjarnegara, Ketua DWP KUA dan Perwanida kecamatan se Kabupaten Banjarnegara, Ketua DWP pada MAN, MTsN, MIN se Kabupaten Banjarnegara.
Acara diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh ketua DWP Kantor Kementerian Agama Banjarnegara Ibu Hj. Laelatul Qodar, M.Pd, bahwa lomba kreasi nasi bungkus adalah dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-78, dalam hal ini perlu diniati bahwa disamping memasak, menghias untuk lomba dengan sebaik-baiknya namun yang terpenting adalah momen bersedekah, makan bersama dalam rangka tasyakuran Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
Selanjutnya pembacaan tata tertib lomba oleh Koordinator lomba sekaligus dewan juri yaitu Ibu Dra Nurlaela Isnaeni, M.Pd yang menyampaikan 17 poin yang harus diperhatikan para peserta lomba selama pelaksanaan, antara lain setiap peserta menyajikan 15 nasi bungkus yang akan disajikan dalam acara tasyakuran hari amal bakti ke-78 tahun 2024 pada Kemenag Banjarnegara.
Penilaian lomba oleh dewan juri yang terdiri dari Ibu Dra Nurlaela Isnaeni, M.Pd, Ibu Nur Hikmatun Zahid Khasani, dan Ibu Sujarni Slamet Wahyudi, yang akhirnya memutuskan Juara Lomba Kreasi Nasi Bungkus Hari Amal Bakti Kementerian Agama Ke-78 Tahun 2024 Kantor kmenterian Agama Kabupaten Banjarnegara, yaitu:

Juara 1 : DWP MAN 2 Banjarnegara
Juara 2 : DWP MAN 1 Banjarnegara
Juara 3 : DWP Kecamatan Madukara
Harapan 1 : DWP Kecamatan Pejawaran
Harapan 2 : DWP Kecamatan Batur
Harapan 3 : DWP Kecamatan Punggelan

Selamat kepada para juara atas keberhasilannya juga kepada semua peserta atas apa yang diupayakan dari satu minggu kebelakang dan disedekahkan hari ini, semoga mendapat tambahan keberkahan dari Alloh SWT. Aamiin***
Siti Bariroh
]]>
BANYUMAS UPDATE.COM – Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja kepala madrasah, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada Madrasah Tasanawiyah(MTs) dan Madrasah Aliyah(MA) secara periodik atau setiap tahun.
Penilaian Kinerja Kepala Madrasah merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data yang dikerjakan oleh kepala madrasah pada setiap indikator pemenuhan standar, yaitu menghimpun informasi sebagai dasar untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi kepala madrasah.
Tahun Pelajaran 2023/ 2024 ini ada sekitar 41 Madrasah Tsanawiyah dan 18 Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta yang menunggu waktu penilaian kinerja kepala madrasah sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan penilai seorang pengawas dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banjarnegara.
MTs Muhammadiyah Merden pun mendapatkan giliran untuk dinilai sesuai jadwal yang telah ditentukan yaitu pada hari Kamis, tanggal 9 November 2023 yang bertempat di ruang kelas 7B, dan dimulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB dengan pengawas Ibu dra Hj. Nurlaela Isnaeni, M.Pd.
Pelaksanaan penilaian kinerja kepala madrasah ini dimulai dengan acara pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, lima budaya kerja, kemudian dilanjutkan sambutan dari kepala madrasah Bapak Sholeh Santosa, S.Pd.I dengan mengucapkan selamat datang dan memohon arahan dari Ibu pengawas.
Selanjutnya sambutan dari pengawas madrasah yang kelihatan selalu energik, suka tantangan dan penuh prestasi dimasa mudanya ini kemudian dilanjutkan dengan penilaian kinerja kepala madrasah yang dibagi menjadi empat kelompok penilaian yaitu Mutu Lulusan, Proses Pembelajaran, Mutu Guru, dan Managerial.
Menurut Ibu Dra Laela Isnaeni, M.Pd, selaku pengawas madrasah Kabupaten Banjarnegara yang bertugas untuk menilai kinerja kepala madrasah bahwa tujuan terkait dengan kinerja bapak ibu guru dan kepala madrasah dari tahun ke tahun adalah progres dari sebuah madrasah yang beliau pimpin.
Dalam hal ini karena menempatkan diri sebagai seorang leader, seorang manager, dan bisa menjadikan madrasah menjadi lebih baik dari tahun ke tahun, hal ini tercermin dari prestasi yang sudah diperoleh peserta didik baik prestasi akademik maupun non akademik, bagaimana peningkatan kualitas bapak ibu guru yang ada di madrasah tersebut.

Harapan beliau, demi peningkatan kualitas MTs Muhammadiyah Merden supaya bapak ibu guru untuk selalu meningkatlkan kualitas dengan belajar mandiri yang perlu bapak ibu lakukan, seperti mengikuti kegiatan MGMP, Bintek, IHT, Workshop dan lainnya.
Sekiranya bapak ibu guru mampu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut,
insya Alloh bukan sesuatu yang mustahil ketika MTs Muhammadiyah Merden menjadi MTs yang paling diminati, dipercaya oleh masyarakat, dan akan melahirkan output-output dari alumni yang berkualitas.
Dan MTs Muhammadiyah Merden pun akan semakin banyak menorehkan prestasi, pungkasnya mengakhiri wawancara seusai memberikan pembinaan didepan sekitar 30 bapak ibu guru dan karyawan MTs Muhammadiyah Merden.***

Siti Bariroh
]]>Secara administratif Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, 266 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten. Dan yang dijadikan contoh sebagai kampung moderasi beragama adalah Desa Merden Kecamatan Purwanegara dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja.

Dari sekian banyak desa yang diusulkan oleh masing-masing kecamatan, yang dipilih adalah desa Merden dan Somawangi, kenapa? Karena kedua desa tersebut penduduknya beragam secara agama, sehingga layak sebagai contoh kampung moderasi beragama.
Acara yang dilaunching secara nasional dan diikuti 150 peserta ini berlangsung pada hari Rabu (26/7/2023) yang dihadiri antara lain tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama kabupaten, Forkompincam kecamatan Purwanegara dan Mandiraja, TNI, POLRI serta tokoh lintas agama dari kedua kecamatan tersebut.
Menurut Ali Mustofa, selaku Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara saat ditemui di sela-sela acara menyampaikan bahwa Launching Kampung Moderasi Beragama ini dalam rangka upaya kementrian agama untuk menggaungkan nilai-nila moderasi beragama ditengah masyarakat.
Adapun tujuannya adalah untuk menguatkan, menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang beragam. Dan kampung yang dilaunching sebagai kampung moderasi beragama bisa menjadi masyarakat yang menggambarkan keharmonisan meskipun multi agama, ras, maupun suku akan terjadi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini dilaunching secara nasional dari Jakarta tapi yang dihadirkan kesempatan kali ini antara lain tokoh lintas agama, forum kerukunan umat beragama kabupaten, forkompincam kecamatan Purwanegara dan Mandiraja, serta tokoh lintas agama dari kedua kecamatan tersebut.
Harapan kedepan bahwa desa Merden dan Somawangi ini menjadi pioner dan bisa ditularkan kedaerah lain agar bisa menjadi sebuah kampung yang moderat.
Lebih lanjut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H. Karsono dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa moderasi beragama adalah amanat dari pemerintah yang dituangkan lewat RPJM tahun2020-2024. Dengan tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, ketentraman, ketertiban dan lain sebagainya, salah satunya bahwa di dalam beragama harus betul-betul melaksanakan dengan cara yang moderat.***

Siti Bariroh
]]>
Kegiatan yang merupakan program Kemenag Kabupaten Banjarnegara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama JawaTengah, pejabat Bupati Banjarnegara, Kapolres, Dandim dan masyarakat ini berlangsung sangat meriah di Alun-alun Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (21/1).

Peserta yang sebelumnya di target sebanyak 11.000, namun mencapai 12.216 yang terdiri dari berbagai unsur antara lain ASN Kemenag Banjarnegaara, Organisasi Keagamaan, karyawan Bank Swasta, Guru RA, MI, MTs, MA serta siswa Madrasah.
Sehingga senam moderasi beragama berlangsung dengan memenuhi tidak hanya Alun-alun juga jalan raya dan trotoar. Peserta begitu antusias apalagi Kepala Kanwil serta Kemenag Banjarnegara ikut menyemangati di barisan depan, sesekali berkeliling di antara barisan peserta.
Senam moderasi beragama merupakan hasil karya Ikatan Guru Raudhatul Athfal Kabupaten Banjarnegara (IGRA) dengan koreo gerakan Agus Setyaningsih, seorang pelatih tari, senam, drumband kids yang sekaligus guru TA At Thohiriyah Krandegan Kota Banjarnegara.
Menurut Asih, panggilan sehari-hari ibu dari Muhammad Hary Jaka Laksmana yang juga editor musik senam moderasi beragama bahwa terinspirasi ide pembuatan senam tersebut karena program Kemenag Kabupaten banjarnegara sebagai Tahun Toleran dan moderasi beragama.
Proses kreasi senam dengan musik yang bagus dan banyak mengandung unsur lokalitas ini ternyata sudah dimulai sejak awal bulan Desember 2023 dengan IGRA sebagai korektor dan koordinator Umu Rosidah.
Menurut Karsono, selaku Kepala Kemenag Kabupaten Banjarnegara bahwa merasa bersyukur Alhamdulillah Kemenag kabupaten Banjarnegara memecahlan rekor MURI tingkat dua dunia.

Melalui kegiatan ini mengajak kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara untuk selalu yang terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai di masyarakat.***
Siti Bariroh
]]>